Man Jadda Wajada

Flora yang Mengagumkan

“Dia Pencipta langit dan bumi … Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang me-miliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesu-atu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.” (QS. Al An’aam, 6: 101-102) !

 

Kerangka Bunga Karang

Karang laut memiliki struktur kerangka yang berjalin, yang terbuat dari serat kaca dan struktur seperti jarum tipis. Kerangka ini melindungi bunga karang dari semua kondisi akuatik. Gedung BMW, yang dibuat dengan teknik yang serupa, tetap saja lebih lemah dibandingkan struktur kerangka bunga karang yang hidup dalam medium akuatik.

Biji “chicory” dan Parasut

Biji tumbuhan chicory liar dapat menempuh perjalanan jauh di udara dengan bantuan angin. Parasut memiliki prinsip yang sama dengan tumbuhan ini.

Akar Jagung dan Kabel Gelas Penghantar Cahaya

Sesuatu yang serupa dengan kabel gelas penghantar cahaya telah ada ribuan tahun yang lalu. Akan tetapi, penemuan kabel penghantar cahaya oleh para peneliti baru saja terjadi beberapa waktu yang lalu. Tunas biji jagung dapat menghantarkan cahaya matahari sampai mencapai bagian terdalam dari akar, dan ini membantu perkembangan biji jagung. Serat optik, yang memiliki sifat menghantar cahaya yang serupa, telah digunakan secara luas dari keperluan rambu lalu lintas hingga transfer data antarkomputer.

Pemangsa yang Unik: Tumbuhan Venus

Selain hewan-hewan predator yang dijelaskan sebe-lumnya, terdapat pula beberapa jenis tumbuhan yang “memangsa” dengan cara mengagumkan. Salah satunya adalah “Venus”, tumbuhan yang menangkap dan me-makan serangga yang hinggap.

Tumbuhan ini mendapatkan mangsa dengan cara se-bagai berikut: seekor lalat yang sedang mencari makan tiba-tiba menemukan tumbuhan yang sangat memikat: tumbuhan Venus. Bentuk tumbuhan ini mirip sepasang tangan yang sedang memegang mangkuk. Yang mem-buatnya menarik, selain warnanya yang merah menyala, tumbuhan ini juga mengeluarkan bau harum yang berasal dari kelenjar di sekitar kelopak. Lalat terpikat oleh bau harum ini dan mendarat di atas kelopak tanpa ragu. Ketika bergerak untuk mencari makanan, tanpa sengaja lalat me-nyentuh bulu-bulu kelopak yang tampaknya tidak berba-haya. Beberapa saat kemudian, kelopak menutup dengan cepat. Lalat terjepit kuat di antara dua kelopak tersebut. Tumbuhan Venus mulai mengeluarkan cairan yang “mela-rutkan daging” sampai bentuk lalat berubah menjadi se-macam gel. Gel ini kemudian diserap tumbuhan.

Tumbuhan Venus menangkap lalat dengan kecepatan yang sungguh luar biasa. Kelopak menutup dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada kecepatan tangan manusia. (Cobalah menangkap lalat yang hinggap di telapak tangan. Kemungkinan besar Anda akan gagal, namun tumbuhan ini berhasil melakukannya). Bagaimana tumbuhan yang tidak memiliki tulang maupun otot ini dapat melakukan gerakan sedemikian cepat?

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ada sistem listrik pada tumbuhan Venus. Cara kerja sistem ini adalah sebagai berikut: gesekan serangga pada bulu kelopak dite-ruskan kepada reseptor yang terletak di bawah bulu. Bila gesekan mekanik ini cukup kuat, reseptor akan mengi-rimkan sinyal listrik ke seluruh permukaan kelopak, seperti gelombang air di kolam. Sinyal listrik ini diteruskan menuju sel-sel penggerak agar kelopak menutup tiba-tiba, dan akhirnya mekanisme diaktifkan untuk menyerap lalat.

Selain sistem stimulus pada tumbuhan, sistem mekanisme untuk me-nutup kelopak juga diciptakan dengan sempurna. Begitu sel-sel dalam tumbuhan tersebut menerima stimulus listrik, terjadi perubahan kon-sentrasi air di dalam sel. Sel-sel kelopak mengeluarkan air dari tubuh me-reka. Peristiwa ini mirip dengan kempesnya sebuah balon. Sebaliknya, sel-sel di luar kelopak menyerap kelebihan air dan kemudian mengem-bang. Proses menutupnya kelopak ini sama persis dengan saat manusia menggerakkan tangannya; satu otot berkontraksi dan satu otot mengendur.

Lalat yang terjebak di dalam kelopak sebenarnya menyentuh bulu-bulu kelopak berkali-kali, menye-babkan sinyal listrik dilepaskan kembali sehing-ga kelopak menutup lebih rapat. Sementara itu, kelenjar-kelenjar pencernaan pada kelopak pun mulai diaktifkan. Akibat stimulus ini, kelenjar-kelenjar itu mem-bunuh serangga dan melarutkan tubuh-nya perlahan-lahan. Jadi, tumbuhan me-makan cairan pencernaan yang telah berubah menjadi hidangan lezat dengan diperkaya protein tumbuhan tersebut. Pada akhir proses pencer-naan, mekanisme yang telah menye-babkan kelopak tertutup kemudian bekerja kembali secara terbalik untuk membuka kelopak.

Sistem ini juga memiliki keisti-mewaan lain yang menarik: untuk menutup kelopak, bulu-bulu harus disentuh dua kali berturut-turut. Sentuhan pertama membangkitkan muatan listrik statis, namun tidak membuat kelopak me-nutup. Kelopak hanya dapat menutup pada sentuhan kedua setelah muatan listrik statis mencapai batas tertentu dan dilepaskan. Dengan mekanisme ganda ini, kelopak tidak akan menutup tanpa kehadiran mangsa. Misalanya, kelopak tidak akan menutup saat terkena setetes air hujan.

Sekarang, mari renungkan sistem yang sangat canggih ini. Keseluruhan sistem harus ada dalam waktu bersamaan untuk dapat menangkap dan mencerna mangsa. Bila salah satu komponen sistem tidak ada, berarti tumbuhan itu akan mati. Misalnya, bila tidak ada bulu di dalam kelopak, kelopak tak dapat menutup karena tidak akan terjadi reaksi apa pun pada tumbuhan meskipun serangga berjalan bolak-balik di dalam kelopak. Demikian pula, jika mekanisme menutupnya ada, namun sama sekali tidak ada kelenjar pencernaan, keseluruhan sistem tidak akan berguna. Singkatnya, bila salah satu unsur dari sistem ini tidak ada, tumbuhan akan mati.

Tumbuhan Venus, sejak diciptakan, pasti telah memiliki kemampuan seperti itu. Tumbuhan ini tentu tidak sekonyong-konyong berubah menjadi pemangsa serangga. Pasti bukan mantra ajaib “kebetulan” yang membuat tumbuhan ini menjadi pemangsa profesional.

Hal yang paling penting adalah pemangsa terampil ini tidak mempu-nyai kemampuan berpikir. Andai saja makhluk hidup ini bukan tumbuh-an nelainkan hewan, pendukung teori evolusi mungkin akan mengklaim bahwa hewan tersebut telah mengalami kemajuan dengan sendirinya karena keterlibatan seluruh “alam”. Akan tetapi, yang dibahas di sini ada-lah sistem yang ditemukan pada suatu tumbuhan, makhluk tanpa otak atau struktur serupa otak, dan tentu saja tidak “sadar”. Tumbuhan itu bahkan tidak menyadari bahwa yang ia sedang memangsa. Ia juga sudah diciptakan dengan suatu sistem yang membuatnya mampu mencari makan sendiri tanpa harus susah payah, sama seperti tumbuhan lainnya.

Perban Velcro and Tanaman Burr

Seorang insinyur Swedia bernama Georges de Mestral mengembangkan sistem kancing baru yang disebut the Perban Velcro dengan meniru tanaman burr.

Setelah berupaya keras membersihkan duri tanaman ini yang menempel pada bajunya, Mestral berpikir untuk menggunakan sistem tanaman tersebut dalam industri pakaian. Dia membuat sistem penjepit yang sama pada mantel, dengan meletakkan kait-kait tanaman ini pada satu sisi dan ikal bulu hewan pada sisi yang lain.

Dengan fleksibilitas yang dimiliki kait dan ikal ini, sistem ini mudah melekat dan dilepaskan. Karena inilah pakaian yang dikenakan astronot sekarang diperlengkapi dengan Perban Velcro.

 

Bunga Crocus dan Termometer yang Sensitif

Crocus adalah bunga yang diperlengkapi biotermometer. Bunga crocus membuka ketika suhu naik hingga mencapai suhu yang menguntungkan, dan mulai menutup kembali ketika suhu turun. Schott Company meniru sensitivitas bunga crocus terhadap suhu, dan menghasilkan termometer yang dapat mengukur perubahan suhu hingga 0,001o C. (Bild Der Wissenschaft, Februari 1990)

Biji “maple” dan Baling-baling

Bentuk biji maple membuat biji ini dapat berputar dengan sangat cepat saat jatuh ke tanah. Bentuk telah memberikan inspirasi pada Sir George Cayley, salah satu pakar penerbangan yang pertama.

  Sumber dari buku Keajiban Flora dan Fauna karya Harun Yahya

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s