Man Jadda Wajada

To Zezam

Puisi ini aku persembahkan kepada kelinciku yang meninggal, hiks. Sebenarnya bukan hanya milikku tapi juga keluargaku karena kami sudah menganggap Zezam keluarga sendiri sebab telah menghibur ketika gundah dan mau mendengar keluh kesah tanpa membocorkan kesiapapun. Karena Zezam telah tiada kami hanya memiliki satu kelinci, Diza namanya. Kasihan Diza yang mungkin merasa lebih kehilangan.

 

To Zezam

Kelinciku

Saat kebahagiaan bersama

Saat alunan tawa masih bergema dalam suara

Saat sayang dan cinta bersemi  dalam jiwa

Kau pergi tanpa tanda

Pergi begitu saja meninggalkan kami sekeluarga

Masih dalam hangatnya canda

Kau kembali di sisi-Nya

Hanya tangis juga tanya yang tersisa

Mengapa kau pergi begitu cepat terbang ke surge

Isakan ini tanda penuh duka

Penyesalan yang dalam kekal setiap kali memandang

Satu teman yang kau tinggalkan

Yang pasti juga merasa lebih kehilangan

Seperti bumi kehilangan bulan

Teman. . .

Kau telah menjadi anggota keluarga kami

Dalam kebersamaan yang begitu singkat

Kau memberi tawa dan warna

Kau pun telah memberi kami pelajaran berharga

Thankz, Kawan. . .

Selamat tinggal,   Selamat Jalan

Semoga kau bahagia di sisi-Nya                                                                      By: Relia Selifa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s